Saya menulis artikel ini dengan sebuah pertanyaan, pernahkah kita berkorban untuk Islam. Berkorban memberi apa yang kita suka. Memberi apa yang kita sayang. Memberi apa yang kita miliki. Memberi sesuatu yang kita simpan dan jaga, untuk kepentingan Islam sebagai agama kita. Baiklah, mungkin dengan bahasa sederhana saja. Pernahkah kita mengeluarkan uang kita dalam jumlah yang relative tidak sedikit untuk kepentingan agama kita? Ketika shalat jumat misalnya. Ada sebuah kotak yang disodorkan kepada kita, apa yang akan kita lakukan. Berapakah wang yang akan kita masukkan ke dalam kotak itu? limapuluh ringgitkah? sepuluh ringgit?atau malah hanya seringgit?
Ada banyak hal yang terlewat. Hidup kita yang masih muda sering kali merasa tidak perlu berkorban untuk agama kita. Malahan, kita lebih sering berkorban untuk hal hal di luar agama. Misalnya berkorban untuk persahabatan, untuk geng, untuk teman, untuk kekasih dan bahkan untuk sesuatu yang sangat mahal sekalipun. Semuanya terasa sangat ringan. Tetapi menjadi begitu berat bila pengorbanan itu untuk Islam.
Kita masih ingat betapa hebatnya Nabi kita Ibrahim yang mau berkurban untuk Allah dengan menyembelih anaknya sendiri. Sebagai seorang ayah yang sangat merindukan anaknya, dia rela menyerahkan anaknya kepada Allah. Sungguh ini merupakan pengorbanan yang besar.
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)” (QS an-Nahl [16]: 120)
Dalam ayat lain, Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji.” (QS al-Mumtahanah [60]: 6)
Nabi Ibrahim a.s telah menunjukkan sebuah teladan yang luar biasa kepada kita semua. Semangat pengorbanan beliau sama besarnya dengan semangat kecintaan beliau kepada Islam. Inilah yang hari ini tidak kita miliki. Kecintaan dan semangat pengorbanan kita masih sangat mungil.
Tentu saja pengorbanan ini bukanlah tanpa latihan. Ibrahim A.S sudah diuji oleh Allah dengan berbagai ujian ketakwaan. Dan Ibrahim dengan sukses telah melalui ujian-ujian itu. Ingatkah bagaimana Nabi Ibrahim meninggalkan istrinya sendirian di padang pasir? Semuanya itu adalah ujian untuk mengukur seberapa besar kemauan kita berkorban untuk Islam.
Masanya Latihan Berkorban
Dahulu ada seorang sahabat bernama Abdullah Ibnu Umar. Di usianya yang menginjak 13 tahun, sudah ingin ikut berjihad bersama Rasulullah saw. Beliau bersama sahabatnya yang bernama al-Barra’ ngotot ingin berperang bersama pasukan Rasulullah saw. dalam perang Badar. Namun oleh Rasulullah saw. ditolak karena masih kecil. Tahun berikutnya pada perang Uhud, beliau tetap ditolak. Hanya al-Barra’ yang boleh ikut. Barulah keinginannya yang tak tertahankan itu terpenuhi pada saat perang Ahzab, Rasulullah saw. memasukkannya ke dalam pasukan kaum muslimin yang akan memerangi kaum musyrikin. Subhanallah!
Kita perlu latihan untuk menjadi seorang Abdullah bin Umar. Pertama yang perlu kita lakukan adalah berlatih untuk mengendalikan nafsu. Nafsu inilah yang selalu membuat kita ego. Berfikir kepentingan sendiri. Selama kita ego, maka kita akan susah untuk berkorban.
Hawa nafsu hampir selalu sukses menggoda manusia yang lemah iman. Menyeret mereka ke dalam ruang maksiat karena tidak mendapatkan petunjuk dari Allah Swt. Benarlah firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS al-Qashash [28]: 50)
Dalam ayat lain, Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS al-Jaatsiyah [45]: 23)
Hawa nafsu, adalah sebahagian yang perlu dipandu dengan benar. Memang, kita harus menyadari juga bahwa hawa nafsu tidak boleh dimatikan. Hawa nafsu hanya boleh direda atau dikendalikan. Tentu saja, direda atau dikendalikan dengan ajaran Islam. Bukan yang lain. Karena hanya Allah Swt. yang tahu betul karakter manusia. Itu sebabnya, permintaan Allah Swt. kepada manusia agar manusia taat kepadaNya, justru untuk keselamatan manusia itu sendiri. Untuk bisa meredam nafsu, tentu saja diperlukan pengorbanan untuk meninggalkan hal-hal yang menurut hawa nafsu sangat enak dan nikmat jika dilakukan.
Kedua, Mencuba berkorban dari yang kecil. Segala yang besar dimulai dari yang kecil. Cubalah untuk berkorban sedikit demi sedikit. Berkorban tenaga, waktu dan kesempatan untuk Islam. Kemudian meningkat dengan berkorban harta. Karana diri kita ini perlu untuk dididik. Apalagi jiwa yang kita miliki, mampu akan cenderung kepada nafsu. Maka harus selalu dijaga dan diarahkan menuju kepada kebaikan.
Terlibatlah dalam urusan kaum muslimin. Ringankanlah beban mereka. Cubalah untuk melakukan sesuatu dimana kamu sangat bermanfaat di bidang itu. Jangan sungkan, jangan ragu atau malu. Inilah masanya, Islam menunggu pengorbanan besar darimu.
Sumber:
[muslimdaily.net] [terjah.com]
Sabtu, 20 November 2010
Career as Lecturer
I read this book last night. The author Dr. Norhasni Zainal Abidin was my favorite lecture when I was in Universiti Putra Malaysia (UPM). I really admire and adore her!!!. She also my Fellow in 11th College UPM ( I was a President there before). Finally, I bought her book and read it. The book is a good guideline for those who are lecturer and plan to be a lecturer or have an ambition to be a lecturer. Currently, I am a Vocational Training Officer at ADTEC Shah Alam. My job scopes not so far from lecturer's job scopes. Furthermore, we have many addition works rather than lecturing.
After I read this book, I realize that a career as a lecture should be more suitable for me. Since, I have a Master Degree in Corporate Communication, my career pathway should changed. I love to have a career in engineering field. But, I feel that I am not competence enough to be there. Although I have a Bachelor of Engineering in Computer & Communication System, and I was a IT Consultant before..I think my future career should be more than that.
Now, I am planning for my PhD Degree. Actually, during Master Degree I have a dream to have a PhD. But, my main constraint is FINANCIAL. Then, I am not sure what research should I do for my PhD?? Since I am go through many backgrounds...from Islamic education (Arabic)....to Multimedia... to Computer Engineering.....then to Corporate Communication.. then Vocational Training....so.. what's next??
My friend who is my ex-boss Dr. Hassan Alli (in future : he is now doing his PhD) said that I should go to the field that I like and have passion there. But, actually I love all those field that I have joined before..because I only do what I like and really enjoy it!!! huh... Maybe I should have a career consultant...anybody???
Back to the story, a career as a lecturer was my dream when I was in primary school. My next dream is to be a scientist and businesswomen. I think that a career as a lecturer in university will fulfilled my dreams (lecturer + scientist +businesswomen). I can market myself if I have a PhD Degree...so...how to get a PhD??
to be continue.....
Jumaat, 19 November 2010
Happy 1st Month Birthday ~ Ammzhar Faress ~
Last month... 19.10.2010...Ammzhar Faress was born in HTAR Klang.
first day at HTAR with Atok, Amer Najhme and Papa Adi...
HAPPY 1st month BITRHDAY !!!!!
...May Allah always bless U...Be a good BOY !!!
Today...in history...
As time went by very quickly, I do not update my blog recently... It's almost 9 months.. huhuhu..
Huh! The reasons??
Huh! The reasons??
- I have nothing to story (it's it???)
- Nothing interesting happen in my life (really??)
- I have no time to update my blog (reason?? I have lots of work to do.)
- I am lazy. (hehehe)
- I have NO reason.....(that's TRUE)
So, today....here's my new template...since today I'm on leave... I have much time to do this!!!!
Jumaat, 5 Februari 2010
Monolog : Harapan
Pernahkah kamu memancing ikan? Kalau tak pernah memancing pernahkah kamu melihat orang memancing? Kalau tak pernah pun, bolehkah kamu bayangkan seseorang sedang memancing?
Baiklah, katakanlah kamu menemani seseorang yang sedang asyik memancing. Tiba-tiba mata kailnya disentap oleh seekor ikan dan dia segera memutar pemutar tali pancing. Sekali sekala dia menghenjut-henjut jorannya supaya mata kail semakin menyangkut mulut ikan.
Akhirnya, ikan itu dapat dinaikkan ke darat. Kamu lihat pemancing itu tersenyum lebar. Gembira benar hatinya. Kamu juga turut tersenyum kerana itu bermakna satu kemenangan.
Kamu turut ghairah melihat pemancing itu cuba membebaskan ikan daripada mata kailnya.
Tiba-tiba, setelah dia melepaskan mata kail daripada mulut ikan, dia mencampakkan kembali ikan itu ke air. Eh, apa hal? Kamu memandang pemancing itu dengan seribu tanda tanya, tapi dia bersahaja seolah-olah tindakannya itu tidak menimbulkan sebarang persoalan.
Kamu rasa apakah yang akan dideritai oleh ikan itu? Bolehkan ia menyambung hidup dengan mulutnya yang terluka atau mungkin juga isi perutnya yang telah robek?
Sudah tentu ia akan mengalami kesakitan sebelum akhirnya mati. Dengan mulut yang koyak dan perut yang robek, dia tentu tidak dapat mencari makanan, untuk berenang pun mungkin dia tidak mampu. Dia mungkin disisihkan oleh kawan-kawan kerana sudah tidak boleh aktif lagi.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang, setelah dia mula menyayangi kamu hendaklah kamu menjaga hatinya. Jangan sesekali terus meninggalkannya begitu sahaja kerana dia akan terluka oleh kenangan bersama kamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingati kamu.
Sebab itu apabila kamu merelakan hati kamu untuk bercinta, seriuslah dalam tindakan dan keputusan kamu itu, sebab jika kamu hanya main-main, akan ada pihak yang menangis.
Tentu kamu dapat bayangkan betapa sakit dan menderitanya ikan menjalani hidupnya setelah dilemparkan kembali ke air. Begitulah, alangkah sakitnya hidup bersama hati yang robek kerana mengingati seseorang.
Cinta adalah fitrah manusia. ALLAH menjadikan cinta untuk memberi keseronokkan kepada hamba-hamba-Nya menjalani hidup mereka, tapi tahukah kamu lebih ramai orang yang menderita kerana cinta daripada yang berbahagia kerana cinta.
Kenapa jadi begitu?
Jika kamu sedang bercinta atau pun akan bercinta suatu hari nanti, peliharalah hatinya dan rencahilah cinta kamu dengan kejujuran, kesucian dan keikhlasan serta dasarkan cinta kamu kerana ALLAH. Hanya cinta yang begini akan kekal, selainnya pasti menempuh jalan berliku dan akhirnya menumpahkan air mata kesedihan.
Maka itu, jika kamu belum bersedia untuk berlaku jujur janganlah bercinta dulu. Jika kamu belum bersedia untuk setia janganlah cuba-cuba memberikan hati kepada orang lain. Sebab perbuatan yang sebegini akan hanya menghabiskan masa, membazirkan air mata dan perbuatan kamu itu akan memulakan satu derita...
Ingatlah, kita adalah apa yang kita usahakan.... Jangan sesekali memberikan harapan kepada orang lain, yang mana kita sendiri pun tidak pasti akan kesudahannya... Jika hari ini kita melukakan seseorang, suatu hari nanti kita pula akan dilukai seperti mana kita pernah melukakan dahulu.... Sesungguhnya setiap perbuatan itu akan ada balasannya...
Baiklah, katakanlah kamu menemani seseorang yang sedang asyik memancing. Tiba-tiba mata kailnya disentap oleh seekor ikan dan dia segera memutar pemutar tali pancing. Sekali sekala dia menghenjut-henjut jorannya supaya mata kail semakin menyangkut mulut ikan.
Akhirnya, ikan itu dapat dinaikkan ke darat. Kamu lihat pemancing itu tersenyum lebar. Gembira benar hatinya. Kamu juga turut tersenyum kerana itu bermakna satu kemenangan.
Kamu turut ghairah melihat pemancing itu cuba membebaskan ikan daripada mata kailnya.
Tiba-tiba, setelah dia melepaskan mata kail daripada mulut ikan, dia mencampakkan kembali ikan itu ke air. Eh, apa hal? Kamu memandang pemancing itu dengan seribu tanda tanya, tapi dia bersahaja seolah-olah tindakannya itu tidak menimbulkan sebarang persoalan.
Kamu rasa apakah yang akan dideritai oleh ikan itu? Bolehkan ia menyambung hidup dengan mulutnya yang terluka atau mungkin juga isi perutnya yang telah robek?
Sudah tentu ia akan mengalami kesakitan sebelum akhirnya mati. Dengan mulut yang koyak dan perut yang robek, dia tentu tidak dapat mencari makanan, untuk berenang pun mungkin dia tidak mampu. Dia mungkin disisihkan oleh kawan-kawan kerana sudah tidak boleh aktif lagi.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang, setelah dia mula menyayangi kamu hendaklah kamu menjaga hatinya. Jangan sesekali terus meninggalkannya begitu sahaja kerana dia akan terluka oleh kenangan bersama kamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingati kamu.
Sebab itu apabila kamu merelakan hati kamu untuk bercinta, seriuslah dalam tindakan dan keputusan kamu itu, sebab jika kamu hanya main-main, akan ada pihak yang menangis.
Tentu kamu dapat bayangkan betapa sakit dan menderitanya ikan menjalani hidupnya setelah dilemparkan kembali ke air. Begitulah, alangkah sakitnya hidup bersama hati yang robek kerana mengingati seseorang.
Cinta adalah fitrah manusia. ALLAH menjadikan cinta untuk memberi keseronokkan kepada hamba-hamba-Nya menjalani hidup mereka, tapi tahukah kamu lebih ramai orang yang menderita kerana cinta daripada yang berbahagia kerana cinta.
Kenapa jadi begitu?
Jika kamu sedang bercinta atau pun akan bercinta suatu hari nanti, peliharalah hatinya dan rencahilah cinta kamu dengan kejujuran, kesucian dan keikhlasan serta dasarkan cinta kamu kerana ALLAH. Hanya cinta yang begini akan kekal, selainnya pasti menempuh jalan berliku dan akhirnya menumpahkan air mata kesedihan.
Maka itu, jika kamu belum bersedia untuk berlaku jujur janganlah bercinta dulu. Jika kamu belum bersedia untuk setia janganlah cuba-cuba memberikan hati kepada orang lain. Sebab perbuatan yang sebegini akan hanya menghabiskan masa, membazirkan air mata dan perbuatan kamu itu akan memulakan satu derita...
Ingatlah, kita adalah apa yang kita usahakan.... Jangan sesekali memberikan harapan kepada orang lain, yang mana kita sendiri pun tidak pasti akan kesudahannya... Jika hari ini kita melukakan seseorang, suatu hari nanti kita pula akan dilukai seperti mana kita pernah melukakan dahulu.... Sesungguhnya setiap perbuatan itu akan ada balasannya...
***dipetik dari notes rakan FB saya...
Jumaat, 15 Januari 2010
New Entry for New Year 2010
Lama sungguh x update blog ni...busy...byk keje lain...xde masa...internet problem..tu semua alasan biasa la kan.. tapi memang sebenarnya x sempat2 nk update..lagi satu alasan...tak de idea..hehehe.. x tahu nk tulis apa kt sini....tp ni kira tulis la jugak kan...
So apa yg baru tahun ni....mmm..
1. Opis baru...hehehe..baru pindah last week..
2. Tugas baru...kena jadi Class Manager..
3. Dapat student baru...kami namakan kelas kami i7...
4. Subjek baru kena ajar...ICT Project Planning... Project Managment-Core Abilities...Visual Programming.. Sains Kejuruteraan 4... erm...cukup2 la...
5. apa lg eh....xde kot...BF baru...blom ade lg...tp coming soon kot...ahaks...
Sabtu, 28 November 2009
SOALAN DEMI PERSOALAN : AL-QURAN ADA JAWAPANNYA
KENAPA AKU DIUJI?
“Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” – surah Al-Ankabut ayat 2-3
KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” –surah Al-Baqarah ayat 216
KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” –surah Al-Baqarah ayat 286
RASA TERTEKAN?
“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang beriman” –surah Ali ‘Imran ayat 139
BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersedia (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung” –surah Ali ‘Imran ayat 200
APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mahupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka…” –surah At-Taubah ayat 111
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgahsana) yang agung.” –surah At-Taubah ayat 129
AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!
“…dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” –surah Yusuf ayat 12.
“Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” – surah Al-Ankabut ayat 2-3
KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” –surah Al-Baqarah ayat 216
KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” –surah Al-Baqarah ayat 286
RASA TERTEKAN?
“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang beriman” –surah Ali ‘Imran ayat 139
BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersedia (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung” –surah Ali ‘Imran ayat 200
APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mahupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka…” –surah At-Taubah ayat 111
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgahsana) yang agung.” –surah At-Taubah ayat 129
AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!
“…dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” –surah Yusuf ayat 12.
Dipetik dari http://halimsmaza.blogspot.com/
.....berkorban apa saja....
Berkorban apa saja
Harta atau pun nyawa
Itulah kasih mesra
Sejati dan mulia
Kepentingan sendiri
Tidak diingini
Bahagia kekasih
Saja yang diharapi
Berkorban apa saja
Harta atau pun nyawa
Itulah kasih mesra
Sejati dan mulia
hmm... hmm... hmm...
Untuk menjadi bukti
Kasih yang sejati
Itulah tandanya
Jika mahu diuji
Berkorban apa saja
Harta atau pun nyawa
Itulah kasih mesra
Sejati dan mulia
Harta atau pun nyawa
Itulah kasih mesra
Sejati dan mulia
Kepentingan sendiri
Tidak diingini
Bahagia kekasih
Saja yang diharapi
Berkorban apa saja
Harta atau pun nyawa
Itulah kasih mesra
Sejati dan mulia
hmm... hmm... hmm...
Untuk menjadi bukti
Kasih yang sejati
Itulah tandanya
Jika mahu diuji
Berkorban apa saja
Harta atau pun nyawa
Itulah kasih mesra
Sejati dan mulia
Jumaat, 27 November 2009
Menyelami Erti Pengorbanan
ERTI PENGORBANAN
Apa erti jihad tanpa pengorbanan
Apa erti kata-kata tanpa dikotakan
Nabi Ibrahim lambang kejujuran
Hati bercahaya penyuluh zaman
Apa erti hamba tanpa ketaatan
Apa erti cinta tanpa pengorbanan
Nabi Ismail contoh tauladan
Sanggup mati untuk Tuhan
Setiap tahun muslimin ke Mekah
Beribadah mengingati sejarah
Berlutut di Baitul Kaabah
Dalam penuh pasrah
Tiada beza darjat
Yang kaya atau melarat
di hadapan Yang Maha Perkasa
Menangislah orang berdosa
Salam Aidil Adha 1430. Dari lubuk terdalam hati ini , saya mengucapkan Selamat Menyelami Erti Perngorbanan.Sesungguhnya, saya tidak pernah merasakan bahawa Aidil Adha 1430 ini patut kita lalui dengan sia-sia sahaja. Seharusnya, kita laluinya dengan kefahaman yang sebenar. Selamat Hari Raya Aidul Adha, salah silap saya mohon maaf, dan yang lebih penting, saya ingin mengajak kita semua mencari dan menghayati makna pengorbanan, seiring dengan itu menterjemahkannya di dalam kehidupan kita di dunia yang fana ini.
Firman Allah Ta'ala (maksud) : Sesiapa yang mendekatiKu sejengkal maka Aku akan mendekatinya sehasta. Dan sesiapa yang menghampiriKu sehasta maka aku kan menghampirinya sepemeluk dan sesiapa yang datang kepadaKu dalam keadaan berjalan maka Aku akan kepada dalam keadaan bersegera. Dan sesiapa menemuiKu (selepas mati) dengan dosanya sebesar bumi tetapi tidak syirik padaKu dengan sesuatu nescaya Aku akan menemuinya dalam keadaan mengampuni dosa sebesar bumi itu. [Hadith Qudsi diriwayatkan oleh Imam Muslim]
Khamis, 29 Oktober 2009
Friends Club...memang giler wei!!
Date : 24 Nov 2009
Event : Konvoi Sport Car
Venue : KL-Genting Highlands

pose...action...

CMQ Hidir & Hilwa

polis escort..hehehe

kete2 semua dh sampai...
Konvoi ni sempena MMC ( Malaysia Member Convention) kat Genting Highlands..memang la gempak..lebih 100 biji sport car konvoi dr BHP Lebuhraya Karak sampai naik ke Genting Highlands..saya sebenarnya x bleh join sbb sy blom sport car macam derang semua..yg saya ade Honda City je..tp x sangka akhirnya dapat gak joi konvoi sport car ngn partner2 lain..memang terbakar wei..derang semua kt depan sbb kete derang hebat2..tp..congrats to me coz..my GG berjaya gak naik Genting tanpa apa2 masalah..dengar citer ade kete partner yg semput..katanye RX8 & Fairlady..kiranye Honda City saya hebat gak la..lagpon tgk la drivernye sape kan..hehe..masuk bakul kejap la..
Erm..memang agak mencabar sebab ni first time sy join konvoi..first time sy drive sendiri naik Genting sampai puncak..hish..x sabar nak beli BMW M3 ni...partner2..tahun depan sy janji..sy mesti join korg lagi..tp dengan kete baru la plak kan...hehehe..plz support me...
Friends Club...giler!! Friends Club..kaw..kaw!! Friends Club...hooyeh!!
Apa yg penting??? KERJASAMA!!!!
Event : Konvoi Sport Car
Venue : KL-Genting Highlands

pose...action...

CMQ Hidir & Hilwa

polis escort..hehehe

kete2 semua dh sampai...
Konvoi ni sempena MMC ( Malaysia Member Convention) kat Genting Highlands..memang la gempak..lebih 100 biji sport car konvoi dr BHP Lebuhraya Karak sampai naik ke Genting Highlands..saya sebenarnya x bleh join sbb sy blom sport car macam derang semua..yg saya ade Honda City je..tp x sangka akhirnya dapat gak joi konvoi sport car ngn partner2 lain..memang terbakar wei..derang semua kt depan sbb kete derang hebat2..tp..congrats to me coz..my GG berjaya gak naik Genting tanpa apa2 masalah..dengar citer ade kete partner yg semput..katanye RX8 & Fairlady..kiranye Honda City saya hebat gak la..lagpon tgk la drivernye sape kan..hehe..masuk bakul kejap la..
Erm..memang agak mencabar sebab ni first time sy join konvoi..first time sy drive sendiri naik Genting sampai puncak..hish..x sabar nak beli BMW M3 ni...partner2..tahun depan sy janji..sy mesti join korg lagi..tp dengan kete baru la plak kan...hehehe..plz support me...
Friends Club...giler!! Friends Club..kaw..kaw!! Friends Club...hooyeh!!
Apa yg penting??? KERJASAMA!!!!
Langgan:
Catatan (Atom)



